Iklan, Sarana Komunikasi (1)

BAB 2

Iklan, Sarana Komunikasi

 

Iklan merupakan salah bagian dari industri perdagangan. Dalam hal ini perusahaan-perusahaan ataupun perorangan menawarkan barang atau jasa yang dimilikinya melalui iklan. Secara umum iklan dapat diartikan sebagai pemberitahuan yang bertujuan mendorong atau membujuk khalayak. Dengan iklan tersebut kamu sebagai anggota masyarakat terbujuk untuk membeli barang atau jasa yang diberitahukan itu.

 

A.        Menentukan Unsur-Unsur Iklan, Slogan, dan Poster

Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu :

Menjelaskan pengertian, fungsi, serta mengidentifikasi unsur-unsur teks iklan, slogan, atau poster dari berbagai sumber.

1. Pengertian dan Fungsi Iklan, Slogan, dan Poster

Perhatikanlah teks berikut!

 

Teks di atas disebut iklan. Teks tersebut bermaksud mengajak para pelajar dan masyarakat pada umumnya untuk lebih gemar membaca guna meraih prestasi. Dengan iklan tersebut, diharapkan khalayak dapat memanfaatkan perpustakaan sebagai wahana pengembangan kecerdasan dan pemberdayaan bangsa.

Dengan karakteristik seperti itu, iklan dapat diartikan sebagai teks yang mendorong, membujuk khalayak agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan. Iklan juga dapat diartikan sebagai pemberitahuan kepada khalayak mengenai suatu barang dan jasa. Pada umumnya iklan disampaikan melalui media massa, seperti televisi, radio, surat kabar, dan internet. Unsur yang ditampilkan adalah gambar, gerak, kata-kata atau suara.

Iklan tidak hanya merupakan bagian dari industri berskala besar. Dewasa ini, iklan merupakan sarana yang banyak digunakan untuk kepentingan- kepentingan di bawah ini.

a.       Bagi perusahaan bisnis komersial, untuk menjual barang dan jasa.

b.      Bagi dunia perkantoran, untuk mendapatkan karyawan.

c.       Bagi Pemerintah, untuk menyebarkan informasi dan memberikan layanan kepada masyarakat.

d.      Bagi orang perorangan, untuk membeli dan menjual barang-barang pribadi.

Daftar tentang fungsi iklan semakin hari semakin banyak, bertambah hari bertambah luas jaringannya. Hal itu seiring dengan kemajuan teknologi komunikasi dan keperluan hidup warga masyarakat itu sendiri. Namun, dari sekian fungsinya itu, iklan memiliki kesamaan umum, yakni sebagai kebutuhan untuk mengomunikasikan pesan, baik yang bersifat komersial, sosial, maupun pribadi.

Keberagaman itu muncul pula pada bentuk dan teknik penyajiannya. Oleh karena itu, terdapat istilah slogan dan poster.

a.         Slogan adalah perkataan atau kalimat pendek yang dipakai sebagai dasar tuntuntan (pegangan hidup); prinsip utama dari suatu usaha, organisasi, dan sebagainya. Slogan sering pula disebut moto atau semboyan. Slogan lebih mengutamakan kepadatan makna dan kehematan kata-kata.

Contoh:

Berdiri sama tinggi, duduk sama rendah. (Slogan tentang perlunya mengutamakan kesetaraan antarsesama.)

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. (Slogan tentang perlunya persatuan dan kesatuan.)

Tiada hari tanpa prestasi. (Slogan tentang pentingnya mengukir prestasi setiap hari.)

b.         Poster adalah plakat (kata-kata dan gambar) yang dipajang di tempat- tempat umum. Poster hampir sama dengan iklan, yakni pemberitahuan suatu ide, hal baru, atau hal penting kepada khalayak. Poster mengandalkan perpaduan gambar dan kata-kata. Poster lazimnya dipasang di tempat- tempat umum. Poster hampir sama dengan iklan ataupun slogan dalam hal bahasanya. Poster menggunakan kata-kata singkat, jelas, menarik, dan lengkap.

Contoh:

 

Tampak pada contoh itu bahwa dalam hal bentuk, poster tidak jauh berbeda dengan iklan. Isinya mengandung pesan kepada khalayak. Namun, poster lebih tertuju pada tempat pemasangannya di ruang-ruang terbuka.

Misalnya, dinding-dinding aula, tembok-tembok pasar, dan tempat-tempat umum lainnya.

Kegiatan 2.1

A.

Jawabalah!

1.

Apa yang dimaksud dengan iklan?

2.

Apa fungsi iklan?

3.

Di mana saja iklan itu bisa kamu temukan?

4.

Bagaimana fungsi iklan bagi pemerintah dan perusahaan?

5.

Apa persamaan iklan, slogan, dengan poster?

B.        Jelaskanlah termasuk jenis apakah masing-masing gambar di bawah ini: iklan, poster, atau semboyan!

 




2. Unsur-Unsur Iklan, Slogan, dan Poster

Berdasarkan contoh-contoh sebelumnya tampak perbedaan antara iklan, slogan, dan poster. Tujuan ketiganya sama untuk membujuk khalayak berbuat sesuatu. Berikut perbedaan antara iklan, slogan, dan poster.

a.         Iklan merupakan teks persuatif yang memadukan unsur gambar dengan kata-kata, unsur gerak, dan suara.

b.         Slogan merupakan teks persuatif yang mengutamakan unsur kata-kata.

c.         Poster merupakan teks persuatif yang mengutamakan kekuatan gambar dan kata-kata; dipajang di tempat-tempat umum.


Kegiatan 2.2

A.

1.

Perhatikanlah iklan-iklan di bawah ini!

 

2.

Jelaskanlah jenis produk yang ditawarkan dalam iklan-iklan berikut! Apakah kamu tertarik dengan dengan iklan-iklan tersebut?

 

Tabel Refleksi Penguasaan Materi

Tabel Refleksi Penguasaan Materi

Materi 10

Lengkapilah tabel di bawah ini dengan benar, sesuai dengan tingkat penguasan terhadap materi-materi yang telah kamu pelajari dalam bab 1 ini (Berita Seputar Indonesia)

Keterangan:
A= sangat dikuasai
B= dikuasai
C= cukup dikuasai
D= tidak dikuasai

Apabila masih ada pokok bahasan yang belum kamu kuasai, pelajarilah kembali dengan lebih baik. Bertanyalah kepada guru ataupun kepada teman tentang materi-materi berita yang belum kamu kuasai itu. Akan lebih baik pula, apabila kamu pun membaca berbagai sumber, baik itu yang berupa buku, e-book, maupun artikel-artikel dalam internet. Sumber-sumber bacaan itu penting untuk lebih meningkatkan pemahamanmu tentang masalah berita.

Menyampaikan Informasi dalam Bentuk Berita (3)

Menyampaikan Informasi dalam Bentuk Berita (3)
Materi 9

3. Penyuntingan Berita

Kalau masih ditemukan beberapa kekeliruan dari berita yang kamu buat itu wajar. Masih ada satu tahap lagi yang harus kamu lalui sebelum berita itu dipublikasikan, yakni penyuntingan. Aspek-aspek yang harus diperhatikan di dalam tahap ini sebagai berikut.

a    Kebenaran isi berita, yang ditunjang oleh keakuratan fakta-faktanya.
b.    Kelengkapan isi berita, yang ditandai oleh hadirnya komponen- komponen berita yang terangkum dalam rumus ADIKSIMBA.
c.    Struktur penyusunan berita, yang dimulai dari bagian yang penting ke bagian yang kurang penting.
d.    Penggunaan bahasa, yang terkait dengan keefektifan kalimat, kebakuan kata, dan ketepatan ejaan dan tanda bacanya.
Apabila berita itu disertai gambar atau ilustrasi, perlu diperhatikan pula kesuaian gambar dengan isi berita di samping keartistikannya.

Perhatikanlah teks berikut!
Sebanyak 16 Unit Damkar Padamkan Api yang Bakar Dua Rumah di Cipete Utara

Dua rumah di Cipete Utara, Jakarta Selatan, terbakar. Kebakaran ini sempat membuat lalu lintas di sekitar lokasi menjadi macet.
Dua rumah yang terbakar tersebut berlokasi di kawasan perkampungan Jalan Haji Jian, Cilandak Utara, Jakarta Selatan.
"Itu lokasinya masuk perkampungan. Jadi, masuk Jalan Fatmawati Raya, kemudian masuk Jalan Cipete, dan masuk Jalan Haji Jian," kata petugas Pemadam Kebakaran Sudin Jakarta Selatan, Dendi.
Enam belas unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Mobil- mobil itu menyebar dan berusahamenjangkau lokasi kebakaran dari segala penjuru mata angin, mencari jalan tercepat. Akibatnya, macet tak terelakkan.
"Macet. Dari utara, barat, timur, kita kerahkan supaya mana yang lebih dulu sampai langsung bisa menangani.  Jadinya macet di Cipete, di Pos Fatmawati, dan sekitarnya," tutur Dendi.
Dendi menyatakan dua rumah yang terbakar itu berhasil dipadamkan dan sekarang sedang dilakukan pendinginan. Beruntung tak ada korban jiwa dari kebakaran ini. Penyebab kebakaran belum bisa dipastikan oleh petugas.

Dalam teks itu terdapat beberapa bagian yang perlu diperbaiki.
a.    Berdasarkan kelengkapannya, dalam berita tersebut terdapat bagian yang hilang. Di dalamnya tidak dijelaskan waktu terjadinya kebakaran. Dengan demikian, pertanyaan kapan tidak bisa dijawab oleh berita tersebut.
b.    Ada beberapa kata yang ejaannya tidak tepat. Kata-kata yang dimaksud adalah Cilandak Utara dan Jakarta Selatan. Kedua pasangan kata tersebut harusnya ditulis Cilandak Utara dan Jakarta Selatan. Huruf awal dari setiap kata itu harus menggunakan huruf kapital karena merupakan nama tempat.
c.    Penggunaan angka 16 di dalam teks tersebut tidak tepat. Harusnya huruf yang dapat dinayatakan dengan dua kata ditulis dengan huruf, yakni enam belas.
d.    Judul berita tersebut tidak efektif. Oleh karena itu, judul tersebut harus disederhanakan, misalnya, menjadi "Dua Rumah Terbakar di Cipete Utara".
e.    Berita tersebut juga tidak menggunakan sumber yang jelas.

Kegiatan 1.10
A.    1.    Bacalah sebuahberita,baikdari suratkabar, majalah,maupundari internet!
a.    Perhatikanlah keefektifan judulnya!
b.    Perhatikan pula kelengkapan unsur-unsur berita tersebut!
2.    Lakukanlah perbaikan terhadap bagian-bagian yang dianggap salah di dalam teks tersebut 




Menyampaikan Informasi dalam Bentuk Berita (2)

MATERI 8

Menyampaikan Informasi dalam Bentuk Berita (2)

2.    Penyampaian Berita
Di samping sebagai pendengar atau pembaca, dalam berbagai kesempatan, kamu sering kali dihadapkan pada keharusan untuk menyampaikan kembali informasi. Misalnya, ketika mendapat pertanyaan dari seseorang tentang isi berita yang pernah didengar. Ketika itu, kamu harus memiliki kemampuan untuk menceritakannya kembali. Kamu tidak mungkin mengarang ketika itu. Kita harus menyampaikan berita itu apa adanya, tanpa ada yang ditambah-tambah atau dikurangi. Dalam hal ini bukan berarti kamu harus menghapalkan berita itu.

Kamu cukup dengan memahami ide-ide pokok berita itu. Kemudian, kamu menceritakannya berdasarkan kata-kata kita sendiri.
Dengan demikian, pemahaman tentang ide-ide pokok berita sangat penting ketika kamu akan menceritakan isi suatu berita. Berdasarkan ide-ide pokok itulah, kita bisa menyampaikan kembali berita dengan benar dan ringkas.
 

Adapun langkah-langkah penyampaian berita sebagai berikut.
1.    Menentukan sumber berita, yakni berupa peristiwa yang menarik dan menyangkut kepentingan banyak orang.
2.    Mendatangi sumber berita, yakni dengan mengamati langsung dan mewawancarai orang-orang yang berhubungan dengan peristiwa itu.
3.    Mencatat fakta-fakta dengan berkerangka pada pola ADIKSIMBA
4.    Mengembangkan catatan itu menjadi sebuah teks berita yang utuh, yang disajikan mulai dari bagian yang penting ke yang kurang penting.


Kegiatan 1.9
A.    Peristiwa manakah yang layak diberitakan? Susunlah dari yang terpenting ke yang kurang penting dengan membubuhkan nomor pada kotak yang tersedia!


B.    Misalnya, kamu akan membuat berita tentang pementasan drama yang dilakukan oleh kelompok teater di sekolah. Bagaimana pertanyaan- pertanyaan yang akan kamu ajukan kepada pemimpin dan anggota teater tersebut?

C.    1.    Tulislah sebuah berita dengan peritiwa yang kamu tentukan sendiri!
2.    Susunlah berita itu dengan langkah-langkah yang telah kamu pelajari pada bagian sebelumnya!


Menyampaikan Informasi dalam Bentuk Berita

Menyampaikan Informasi dalam Bentuk Berita (Materi 7)

Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu menjelaskan pentingnya berita serta menyajikan informasi yang ada didalamnya secara tulis dan lisan dengan memperhatikan ketetapan struktur dan kaidah kebahasaannya.
 
Pentingnya Berita
Banyak manfaat yang dapat kita peroleh setelah membaca berita. Manfaat- manfaat itu pula yang dapat diartikan sebagai hasil pemaknaan terhadap suatu berita. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti memaknai adalah 'memberi makna', sedangkan makna itu sendiri adalah 'arti' atau 'maksud perkataan',

Kegiatan 1.8
1.    Bacalah berita berikut dengan cermat!
2.    Jelaskanlah arti penting atau manfaat yang kamu peroleh dengan membaca berita brikut!

Terdampak Pandemi Covid-19, Warga Kampung Becek Dapat Bantuan
Warga Kampung Becek, Kelurahan Malaka Sari, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, mendapatkan bantuan dari #Gerakanberbagiuntukwarga. Para warga merasa berterimakasih dengan bantuan itu karena mereka terdampak pandemi Covid-19.
Diketahui bantuan yang diberikan berupa 150 paket sembako dan 450 bungkus makanan yang dibeli dari UMKM warga setempat. Salah satu tokoh masyarakat Kampung Becek Edi Karta mengatakan, masyarakat di sekitar sangat membutuhkan bantuan karena mayoritas masyarakat tidak mampu.
“Bukan terdampak lagi, tapi benar-benar terdampak semuanya terutama ekonomi. Atas bantuan yang diberikan terima kasih banyak. Semoga orang sekitar atau pihak lain juga bisa mengikuti kegiatan ini, saling membantu kepada yang tidak mampu,” ucap Edi, Jumat (13/8).
Kemudian, salah satu warga sekaligus pelaku UMKM setempat, Sati mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan ini dengan cara membeli dagangan UMKM kecil. Dia mengaku, selama Pandemi Covid-19 pemasukannya berkurang. “Terima kasih telah membeli dagangan saya, ini sangat membantu dengan membagi dan memborong makanan jualan saya,” tutur Sati. Senada, salah satu warga penerima bantuan, Maemunah mengucap syukur atas bantuan yang telah diberikan.
Dia berharap semoga Pandemi Covid-19 bisa segera berakhir dan cepat selesai, sehingga kehidupan bisa kembali normal.
“Alhamdulillah atas bantuan yang diberikan, karena saya juga orang tidak punya. Saya sudah tidak bekerja, karena sebelumnya kaki saya sakit, bahkan sampai sekarang pun belum sembuh. Semoga Pandemi COVID-19 ini bisa berakhir,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) Bidang Kelembagaan dan Antarlembaga Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi, Dono Prasetyo mengatakan, #Gerakanberbagiuntukwarga adalah bagian dari komunitas yang peduli terhadap Pandemi Covid-19 dan yang sedang melakukan isolasi mandiri (isoman), serta masyarakat yang terdampak.
“Fokus ini adalah kami ingin membantu para warga yang kurang mampu, sehingga saat mereka tidak bisa beraktivitas sosial, kami dari para donator yang peduli kepada gerakan ini berbagi memberikan sumbangan berupa sembako dan makanan yang dibeli langsung dari UMKM setempat,” tutur Dono.

Kaidah-Kaidah Kebahasaan

Bahan Belajar ke-6
 

Kaidah-Kaidah Kebahasaan

Perhatikan kembali teks-teks berita yang telah kamu baca atau kamu simak sebelumnya. Tampak bahwa teks-teks tersebut dibentuk oleh kata dan sejumlah kalimat. Di dalam teks berita, kata-kata dan kalimat-kalimat itu ternyata memiliki kaidah atau aturan tersendiri. Kaidah-kaidah tersebut dapat dijadikan sebagai ciri ataupun pembeda dengan jenis teks lainnya.

Kaidah-kaidah yang dimaksud sebagai berikut.
a.    Penggunaan bahasa bersifat standar (baku). Hal ini untuk menjembatani pemahaman banyak kalangan. Bahasa standar lebih mudah dipahami oleh umum. Bahasa-bahasa yang bersifat populer ataupun yang kedaerahan akan dihindari oleh media-media nasional.

b.    Penggunaan kalimat langsung sebagai variasi dari kalimat tidak langsungnya. Kalimat langsung ditandai oleh dua tanda petik ganda ("…") dan disertai keterangan penyertanya. Penggunaan kalimat langsung terkait dengan pengutipan pernyataan-pernyataan oleh narasumber berita.
Contoh:
1)    "Masyarakat, wisatawan, dan  pendaki  tidak  diperbolehkan mendaki dan beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah Gunung Slamet,"paparnya.
2)    "Sebelum meletus, gempa tremor semakin rapat dengan amplitudo sekitar 15  milimeter.  Karena  tremor  membesar,  gempa  vulkanik sudah tidak terekam," tutur Ketua Tim Tanggap Darurat Gunung Bromo, Gde Suantika.

c.    Penggunaan konjungsi bahwa yang berfungsi sebagai penerang kata yang diikutinya. Hal itu terkait dengan pengubahan bentuk kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung.
Contoh:
1)    Sejumlah staf Adpel Manado mengatakan bahwa Kepala Adpel Manado sudah pulang.
2)    Aryanna mengatakan bahwa ibunya pingsan dan tidak ada satu pun orang di rumah yang bisa membawa ke rumah sakit.
3)    Data di BNPN menyebutkan bahwa lebih dari 10 ribu hektare hutan dan lahan di Riau.

d.    Penggunaan kata kerja mental atau kata kerja yang terkait dengan kegiatan dari hasil pemikiran. Kata-kata yang dimaksud, antara lain, memikirkan, membayangkan, berasumsi, berpraduga, berkesimpulan, dan beranalogi.
Contoh:
1)    Mereka memikirkan solusi untuk bisa keluar dari peristiwa-peristiwa yang memilukan itu.
2)    Warga membayangkan seandainya hujan itu kembali turun dengan terus-menerus.

e.    Penggunaan fungsi keterangan waktu dan tempat sebagai konsekuensi dari perlunya kelengkapan suatu berita yang mencakup unsur kapan dan di mana.
Contoh:
1)    Sekitar pukul 12.45 WIB, langit Riau tampak mendung.
2)    Gempa dengan kekuatan 5,4 Skala Richter (SR) menerjang Maluku pagi ini.
3)    Sepuluh hari menjelang Lebaran, Pelabuhan Penyeberangan Merak mulai  dipadati  truk-truk  yang  mengangkut  barang  nonsembilan bahan pokok.
4)    Peningkatan arus mudik menjelang Natal dan tahun baru dari Manado ke pulau-pulau yang berada di wilayah Nusa Utara yang melingkupi tiga daerah, yakni Kabupaten Sitaro, Kabupaten Sangihe, dan Kabupaten Talaud, terlihat mengalami lonjakan cukup tinggi, Rabu (19/12/2012) sore.

f.    Penggunaan konjungsi temporal atau penjumlahan, seperti kemudian, sejak, setelah, awalnya, akhirnya. Hal ini terkait dengan pola penyajian berita yang umumnya mengikuti pola kronologis (urutan waktu).
Contoh:
1)    Sekitar pukul 12.45 WIB, Sabtu (15/3/2014), langit Riau tampak mendung. Tak lama kemudian, hujan yang diharapkan semua masyarakat akhirnya pun turun. Hujan yang turun di siang bolong ini memang tidak terlalu deras.
2)    "Itu lokasinya masuk perkampungan. Jadi, kita melalui Jalan Fatmawati Raya, kemudian masuk Jalan Cipete, dan masuk Jalan Haji Jian,” kata petugas Pemadam Kebakaran Sudin Jakarta Selatan, Dendi.


Tugas


  1. Tunjukkanlah kaidah-kaidah kebahasaan yang menandai berita yang disediakan berikut ini!
  2. Gunakanlah format berikut sebagai laporannya.

        Judul Berita : ….
        Sumber : ….


 

Teks berita
2 Gempa Getarkan Wilayah Indonesia pada Jumat 6 Agustus 2021
Gempa kembali menggetarkan wilayah Indonesia, Jumat (6/8/2021). Menurut catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga pukul 20.00 WIB, ada dua kali gempa yang terjadi pada hari ini.

Gempa pertama terjadi di Kecamatan Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Lindu terjadi pada pukul 11:48:00 WIB dengan magnitudo 4,3.Ada dua wilayah yang ikut merasakan guncangan saat gempa terjadi. Yaitu Waingapu dan Waikabubak, masing-masing dalam skala II MMI (Modified Mercalli Intensity). Sementara, gempa kedua menggoyang Tanggamus, Lampung dengan kekuatan magnitudo 5,5. Menurut catatan BMKG, gempa berpusat di laut di kedalaman 10 kilometer, namun tidak berpotensi tsunami. Meski demikian getarannya dirasakan dalam skala bervariasi di sejumlah wilayah. Yakni di Cisarua, Bayah, dan Natal dalam skala I-II MMI, Panjang II MMI. Sementara di Panjang, Krui, Bandar Lampung, Cibadak, Kota Agung, Bojong Genteng, dan Pelabuhan Ratu dalam skala III MMI. Sedangkan di Pesisir Barat dan Liwa IV MMI.

Berikut informasi gempa hari ini selengkapnya yang terjadi di Indonesia dihimpun Liputan6.com dari laman resmi BMKG:

Gempa Wanokaka, NTT
Gempa bumi yang terjadi di Kecamatan Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat, NTT terjadi pada pukul 11:48:00 WIB. Lindu bermagnitudo 4,3. Sementara, titik koordinat gempa terletak pada 9,76 Lintang Selatan (LS) dan 119,51 Bujur Timur (BT). Secara spesifik, pusat gempa berada di laut, 15 km Timur Laut Wanokaka. Getaran dari gempa Wanokaka ini ikut dirasakan dua wilayah sekitar yaitu Waingapu dan Waikabubak. Masing-masing wilayah merasakan getaran dalam skala II MMI. Adapun pusat gempa terjadi di darat dengan kedalaman 29 kilometer.

Gempa Tanggamus, Lampung

Sedangkan gempa di Tanggamus, Lampung terjadi pada pukul 18:08:05 WIB dengan magnitudo 5,5. BMKG melaporkan lindu tak berpotensi tsunami. Menurut laman resminya, lokasi gempa terletak pada koordinat titik 6,43 Lintang Selatan (LS), 104,58 Bujur Timur (BT). Atau lebih tepatnya di 106 km Barat Daya Tanggamus, Lampung.Sementara, pusat gempa terjadi di laut dengan kedalaman 10 kilometer.

Struktur dan Kaidah Berita

 C.    Menemukan Struktur dan Kaidah Berita
Setelah mempelajari materi ini, diharapkan kamu mampu menentukan struktur dan kebahasaan teks berita yang kamu dengar dan kamu baca.
1.    Struktur Berita
Perhatikan kembali teks-teks berita pada bagian sebelumnya ataupun teks berita lain yang telah kamu simak/baca dari sumber lain. Berdasarkan struktur atau susunannya, teks-teks tersebut dapat kita kelompokkan ke dalam dua bagian, yakni berupa informasi yang penting dan informasi yang tidak penting.
Informasi penting disebut juga pokok-pokok informasi atau unsur-unsur berita (utama). Dalam ilmu jurnalistik atau ilmu persuratkabaran, pokok-pokok informasi terangkum dalam rumus 5W + 1H. Dalam bahasa Indonesia, pokok- pokok informasi itu dapat pula disingkat dengan ADIKSIMBA (Apa, DI mana, SIapa, Mengapa, BAgaimana) .
a.    Apa (what) peristiwanya?
b.    Siapa (who) yang mengalami peristiwa itu?
c.    Di mana (where) terjadinya peristiwa itu?
d.    Kapan (when) terjadinya peristiwa itu?
e.    Mengapa (why) peristiwa itu terjadi?
f.    Bagaimana (how) proses peristiwanya?
Keenam pertanyaan itu lazim ditempatkan di bagian awal pemberitaan yang kemudian sering disebut sebagai unsur-unsur berita. Bagian ini disimpan pada bagian kepala berita (lead) dan tubuh berita. Adapun susunan dari unsur-unsur berita itu bisa variatif, misalnya ada yang didahului dengan penyajian "apa", ada pula yang diawali dengan "kapan". Pertanyaan "bagaimana" biasanya ditempatkan pada bagian badan berita.
Informasi yang kurang penting yang lazim disebut pula uraian atau ekor berita. Bagian ekor berada setelah kepala atau tubuh berita. Perhatikan, berita tentang letusan Gunung Slamet. Ekor berita yang dimaksudkan berupa sejarah letusan Gunung Slamet serta informasi tentang banyak letusan. Bagian ini tidak memiliki kaitan langsung dengan judul beritanya.

Dengan struktur penyajian yang semacam itulah, susunan informasi di dalam suatu pemberitaan tersaji dalam pola piramida terbalik. Bagian awal merupakan bagian pokok dan semakin ke bawah berita itu merupakan perincian- perinciannya yang sifatnya cenderung tidak penting.

Judul Berita: ….

Dengan struktur penyajian informasi seperti itu, segi kepentingan suatu informasi semakin ke bawah semakin berkurang. Sebaliknya, informasi yang paling penting terletak pada bagian atas. Oleh karena itu, jika kita tidak cukup waktu untuk mendengarkan keseluruhan informasi, dengan hanya memperhatikan bagian awalnya, kita telah cukup mendapatkan informasi pokok yang merangkum keseluruhan isi berita.



Kegiatan 1.6
1.    Perhatikan kembali berita "Anthony Ginting Punya Rekor Ini Atas Lawan di Perempatfinal, Tanda Tiket Semifinal dalam Genggaman?" pada bahan belajar 3!
2.    Temukanlah bagian kepala, tubuh, dan ekor berita berita tersebut!
3.    Sajikanlah temuanmu itu dalam bentuk laporan seperti berikut!
 


 

Tanggapan terhadap Isi Berita

 Materi 4

3.    Tanggapan terhadap Isi Berita
Perhatikanlah pernyataan-pernyataan di bawah ini!
a.    Saya kira informasi yang disampaikan berita itu cukup akurat karena isinya tidak jauh berbeda dengan informasi-informasi yang disampaikan sumber berita lain.
b.    Informasi yang disampaikan berita tadi malam masih diragukan kebenarannya. Setelah saya cross check dengan berita dari sumber lainnya ada yang berbeda, terutama di dalam penyampaian informasi jumlah korban. Jumlah korban tidak sebanyak dengan yang diinformasikan dalam berita itu.
c.    Bahasa yang disampaikan berita itu cukup jelas. Sebagai pendengar, mudah untuk memahami informasi yang disampaikan penyampai berita.

Ketiga contoh pernyataan tersebut sebagai tanggapan terhadap isi berita. Adapun yang dimaksud dengan tanggapan adalah sambutan terhadap suatu ucapan. Isinya bisa berupa kritik atau komentar. Berkaitan dengan pemberitaan, aspek yang ditanggapi bisa berkenaan dengan isi beritanya itu sendiri dan kebahasaannya. Contoh (a) dan (b) merupakan tanggapan berkaitan dengan isi dan struktur berita. Contoh (c) berkaitan dengan aspek bahasanya.



Kegiatan 1.5
A.    Manakah contoh tanggapan yang berkaitan dengan isi suatu pemberitaan?
Bubuhkanlah dengan tanda centang (✓)
1.    Informasi yang disampaikan berita itu berbelit-belit. Banyak pengulangan kata yang menyebabkan pendengar bingung. (....)
2.    Isi pemberitaan itu sudah diberitakan oleh stasiun televisi lainnya. Jadi, isi berita tidak ada yang baru dan layak saya simak lagi.    (....)
3.    Berita itu hanya menginformasikan peristiwa negatif. Seolah-olah dunia horor dan menakutkan. Apa tidak ada informasi lain yang membuat dunia menjadi lebih indah? (....)
4.    Saya kira berita itu tidak pantas disimak oleh kalangan anak-anak karena banyak ungkapan kasar dan vulgar.   (....)
5.    Kalau disampaikan dengan ungkapan yang sederhana saya kira informasi yang disampaikan tadi malam akan mudah diikuti oleh setiap kalangan. Hanya dipahami oleh kalangan intelektual.     (....)

B.    1.    Perhatikan kembali berita yang pernah kamu baca!
    2.    Manakah pernyataan-pernyataan di bawah ini yang merupakan
        tanggapan atas informasi dalam berita tersebut?
Bubuhkanlah dengan tanda centang pada penyataan berikut!(✓)
a.    Informasi yang disampaikan itu sangat menyentuh. Informasi berkaitan dengan masalah pendidikan di Indonesia. Semoga masalah tersebut tidak terjadi di sekolah saya. (....)
b.    Pemberitaan semacam itu sangat baik. Pemberitaan tersebut bisa menjadi perhatian pemerintah atas berbagai persoalan pendidikan yang terjadi di Indonesia. (....)
c.    Sekolah-sekolah itu memang tidak jauh dari tempat tinggal saya.
Hanya saja sudah beberapa tahun lamanya saya tidak pernah berkunjung ke tempat itu lagi. (....)
d.    Informasi tentang nasib yang menimpa sekolah-sekolah itu perlu ditindaklanjuti  oleh  pihak  berwenang  sehingga  masalahnya  bisa cepat diselesaikan. (....)
e.    Bahasa yang disampaikan dalam tulisan itu berbelit-belit. Berita banyak istilah pendidikan yang tidak bisa dipahami. Penulis artikel itu tampaknya belum bisa memahami tingkat pengetahuan para pembacanya. (....)

Ajakan dalam Teks Persuasi

 2. Ajakan dalam Teks Persuasi Di dalam pelajaran sebelumnya telah kamu ketahui bahwa teks persuasi ditandai oleh kehadiran ajakan. Adapun y...