Kaidah-Kaidah Kebahasaan

Bahan Belajar ke-6
 

Kaidah-Kaidah Kebahasaan

Perhatikan kembali teks-teks berita yang telah kamu baca atau kamu simak sebelumnya. Tampak bahwa teks-teks tersebut dibentuk oleh kata dan sejumlah kalimat. Di dalam teks berita, kata-kata dan kalimat-kalimat itu ternyata memiliki kaidah atau aturan tersendiri. Kaidah-kaidah tersebut dapat dijadikan sebagai ciri ataupun pembeda dengan jenis teks lainnya.

Kaidah-kaidah yang dimaksud sebagai berikut.
a.    Penggunaan bahasa bersifat standar (baku). Hal ini untuk menjembatani pemahaman banyak kalangan. Bahasa standar lebih mudah dipahami oleh umum. Bahasa-bahasa yang bersifat populer ataupun yang kedaerahan akan dihindari oleh media-media nasional.

b.    Penggunaan kalimat langsung sebagai variasi dari kalimat tidak langsungnya. Kalimat langsung ditandai oleh dua tanda petik ganda ("…") dan disertai keterangan penyertanya. Penggunaan kalimat langsung terkait dengan pengutipan pernyataan-pernyataan oleh narasumber berita.
Contoh:
1)    "Masyarakat, wisatawan, dan  pendaki  tidak  diperbolehkan mendaki dan beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah Gunung Slamet,"paparnya.
2)    "Sebelum meletus, gempa tremor semakin rapat dengan amplitudo sekitar 15  milimeter.  Karena  tremor  membesar,  gempa  vulkanik sudah tidak terekam," tutur Ketua Tim Tanggap Darurat Gunung Bromo, Gde Suantika.

c.    Penggunaan konjungsi bahwa yang berfungsi sebagai penerang kata yang diikutinya. Hal itu terkait dengan pengubahan bentuk kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung.
Contoh:
1)    Sejumlah staf Adpel Manado mengatakan bahwa Kepala Adpel Manado sudah pulang.
2)    Aryanna mengatakan bahwa ibunya pingsan dan tidak ada satu pun orang di rumah yang bisa membawa ke rumah sakit.
3)    Data di BNPN menyebutkan bahwa lebih dari 10 ribu hektare hutan dan lahan di Riau.

d.    Penggunaan kata kerja mental atau kata kerja yang terkait dengan kegiatan dari hasil pemikiran. Kata-kata yang dimaksud, antara lain, memikirkan, membayangkan, berasumsi, berpraduga, berkesimpulan, dan beranalogi.
Contoh:
1)    Mereka memikirkan solusi untuk bisa keluar dari peristiwa-peristiwa yang memilukan itu.
2)    Warga membayangkan seandainya hujan itu kembali turun dengan terus-menerus.

e.    Penggunaan fungsi keterangan waktu dan tempat sebagai konsekuensi dari perlunya kelengkapan suatu berita yang mencakup unsur kapan dan di mana.
Contoh:
1)    Sekitar pukul 12.45 WIB, langit Riau tampak mendung.
2)    Gempa dengan kekuatan 5,4 Skala Richter (SR) menerjang Maluku pagi ini.
3)    Sepuluh hari menjelang Lebaran, Pelabuhan Penyeberangan Merak mulai  dipadati  truk-truk  yang  mengangkut  barang  nonsembilan bahan pokok.
4)    Peningkatan arus mudik menjelang Natal dan tahun baru dari Manado ke pulau-pulau yang berada di wilayah Nusa Utara yang melingkupi tiga daerah, yakni Kabupaten Sitaro, Kabupaten Sangihe, dan Kabupaten Talaud, terlihat mengalami lonjakan cukup tinggi, Rabu (19/12/2012) sore.

f.    Penggunaan konjungsi temporal atau penjumlahan, seperti kemudian, sejak, setelah, awalnya, akhirnya. Hal ini terkait dengan pola penyajian berita yang umumnya mengikuti pola kronologis (urutan waktu).
Contoh:
1)    Sekitar pukul 12.45 WIB, Sabtu (15/3/2014), langit Riau tampak mendung. Tak lama kemudian, hujan yang diharapkan semua masyarakat akhirnya pun turun. Hujan yang turun di siang bolong ini memang tidak terlalu deras.
2)    "Itu lokasinya masuk perkampungan. Jadi, kita melalui Jalan Fatmawati Raya, kemudian masuk Jalan Cipete, dan masuk Jalan Haji Jian,” kata petugas Pemadam Kebakaran Sudin Jakarta Selatan, Dendi.


Tugas


  1. Tunjukkanlah kaidah-kaidah kebahasaan yang menandai berita yang disediakan berikut ini!
  2. Gunakanlah format berikut sebagai laporannya.

        Judul Berita : ….
        Sumber : ….


 

Teks berita
2 Gempa Getarkan Wilayah Indonesia pada Jumat 6 Agustus 2021
Gempa kembali menggetarkan wilayah Indonesia, Jumat (6/8/2021). Menurut catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga pukul 20.00 WIB, ada dua kali gempa yang terjadi pada hari ini.

Gempa pertama terjadi di Kecamatan Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Lindu terjadi pada pukul 11:48:00 WIB dengan magnitudo 4,3.Ada dua wilayah yang ikut merasakan guncangan saat gempa terjadi. Yaitu Waingapu dan Waikabubak, masing-masing dalam skala II MMI (Modified Mercalli Intensity). Sementara, gempa kedua menggoyang Tanggamus, Lampung dengan kekuatan magnitudo 5,5. Menurut catatan BMKG, gempa berpusat di laut di kedalaman 10 kilometer, namun tidak berpotensi tsunami. Meski demikian getarannya dirasakan dalam skala bervariasi di sejumlah wilayah. Yakni di Cisarua, Bayah, dan Natal dalam skala I-II MMI, Panjang II MMI. Sementara di Panjang, Krui, Bandar Lampung, Cibadak, Kota Agung, Bojong Genteng, dan Pelabuhan Ratu dalam skala III MMI. Sedangkan di Pesisir Barat dan Liwa IV MMI.

Berikut informasi gempa hari ini selengkapnya yang terjadi di Indonesia dihimpun Liputan6.com dari laman resmi BMKG:

Gempa Wanokaka, NTT
Gempa bumi yang terjadi di Kecamatan Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat, NTT terjadi pada pukul 11:48:00 WIB. Lindu bermagnitudo 4,3. Sementara, titik koordinat gempa terletak pada 9,76 Lintang Selatan (LS) dan 119,51 Bujur Timur (BT). Secara spesifik, pusat gempa berada di laut, 15 km Timur Laut Wanokaka. Getaran dari gempa Wanokaka ini ikut dirasakan dua wilayah sekitar yaitu Waingapu dan Waikabubak. Masing-masing wilayah merasakan getaran dalam skala II MMI. Adapun pusat gempa terjadi di darat dengan kedalaman 29 kilometer.

Gempa Tanggamus, Lampung

Sedangkan gempa di Tanggamus, Lampung terjadi pada pukul 18:08:05 WIB dengan magnitudo 5,5. BMKG melaporkan lindu tak berpotensi tsunami. Menurut laman resminya, lokasi gempa terletak pada koordinat titik 6,43 Lintang Selatan (LS), 104,58 Bujur Timur (BT). Atau lebih tepatnya di 106 km Barat Daya Tanggamus, Lampung.Sementara, pusat gempa terjadi di laut dengan kedalaman 10 kilometer.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ajakan dalam Teks Persuasi

 2. Ajakan dalam Teks Persuasi Di dalam pelajaran sebelumnya telah kamu ketahui bahwa teks persuasi ditandai oleh kehadiran ajakan. Adapun y...